Saturday, April 28, 2012
Friday, April 27, 2012
Thursday, April 26, 2012
Wednesday, April 25, 2012
Tuesday, April 24, 2012
1657. Tidak ada salahnya sekali-sekali mementingkan diri sendiri. Sebagian besar waktu Anda hilang di tempat kerja. Jadi, jika Anda tidak menikmati pekerjaan Anda, pengaruhnya akan sangat terasa pada kehidupan pribadi. Beralih ke dunia kerja yang Anda sukai bukanlah keegoisan, tetapi tindakan yang wajar. -Arlene Hirsch
Labels:
kata mutiara
Monday, April 23, 2012
Sunday, April 22, 2012
Renungan indah untuk para Ayah & Bunda dari Penyair Besar KH Zawawi Imran
Seorang lelaki datang kepada seorang ustadz, mengadukan persoalan keluarganya.
"Saya bosan di rumah sekarang."
"Mengapa?"
"Tidak ada yang menarik."
"Lalu engkau jarang di rumah?"
"Iya, tentu."
"Anakmu berapa?"
"Dua. Satu laki-laki berumur lima tahun, satunya perempuan, tiga tahun."
"Pernahkah engkau perhatikan anakmu ketika sedang makan?"
"Tidak."
"Ketika sedang bermain-main?"
"Juga tidak."
"Ketika sedang tidur saat tengah malam?"
"Tidak."
"Coba lakukanlah itu. Ketika engkau sedang memperhatikan, rasakanlah bahwa ia adalah anakmu, pelanjut denyut hidupmu, yang harus kau curahi cinta dan kasih sayang. Anak-anakmu itu adalah karunia Allah untuk menyenangkan hatimu.
Ketika ia makan, perhatikanlah bagaimana ia mengunyah rezeki yang dikirim Allah lewat tanganmu yang bekerja. Ketika ia tidur, perhatikanlah hidungnya yang mungkin mirip engkau, bibirnya yang mungkin mirip ibunya, dan perhatikanlah pula bagaimana desah nafasnya ketika menghirup dan menghembuskan udara. Itu semua film indah yang disuguhkan Allah untukmu.
Kalau engkau membiasakan melakukan ini sambil mengingat Allah, engkau akan mendapatkan nikmat ruhani tiada tara. Di antara orang-orang yang sangat malang, ialah orang yang tidak bisa menikmati keindahan yang dipancarkan Allah lewat gerak dan tingkah laku anak-anaknya sendiri.
"Saya bosan di rumah sekarang."
"Mengapa?"
"Tidak ada yang menarik."
"Lalu engkau jarang di rumah?"
"Iya, tentu."
"Anakmu berapa?"
"Dua. Satu laki-laki berumur lima tahun, satunya perempuan, tiga tahun."
"Pernahkah engkau perhatikan anakmu ketika sedang makan?"
"Tidak."
"Ketika sedang bermain-main?"
"Juga tidak."
"Ketika sedang tidur saat tengah malam?"
"Tidak."
"Coba lakukanlah itu. Ketika engkau sedang memperhatikan, rasakanlah bahwa ia adalah anakmu, pelanjut denyut hidupmu, yang harus kau curahi cinta dan kasih sayang. Anak-anakmu itu adalah karunia Allah untuk menyenangkan hatimu.
Ketika ia makan, perhatikanlah bagaimana ia mengunyah rezeki yang dikirim Allah lewat tanganmu yang bekerja. Ketika ia tidur, perhatikanlah hidungnya yang mungkin mirip engkau, bibirnya yang mungkin mirip ibunya, dan perhatikanlah pula bagaimana desah nafasnya ketika menghirup dan menghembuskan udara. Itu semua film indah yang disuguhkan Allah untukmu.
Kalau engkau membiasakan melakukan ini sambil mengingat Allah, engkau akan mendapatkan nikmat ruhani tiada tara. Di antara orang-orang yang sangat malang, ialah orang yang tidak bisa menikmati keindahan yang dipancarkan Allah lewat gerak dan tingkah laku anak-anaknya sendiri.
Labels:
artikel
Subscribe to:
Posts (Atom)